ARTIKEL REFLEKSI PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

(PGP-1-GARUT-JUBAEDAH-AKSI NYATA 3.3 )

1.       Peristiwa (facts)

Ada pepatah mengatakan bahwa jika kita gagal dalam membuat perencanaan berarti kita sudah merencanakan  sebuah kegagalan. Maka agar program yang kita buat berhasil maka program itu harus mengacu pada prinsip POAC. POAC merupakan sebuah prinsip manajemen organisasi yang pertama kali diperkenalkan oleh George R. Kelly, yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Demikian pula sebuah sekolah sebagai lembaga pendidikan  agar programnya bisa berjalan dengan baik maka prinsip POAC harus juga diimplementasikan sebagai alat kontrol keberhasilan program.

2.       Perasaan (feelings)

       Dalam pelaksanaan Aksi Nyata Pengelolaan program yang berdampak pada murid berupa kegiatan embun pagi, penulis / Calon Guru Penggerak merasakan kepuasan terhadap Aksi Nyata tersebut, hal ini terlihat dari meningkatnya semangat / motivasi siswa dalam penerapan 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) Sehingga mengurangi kata-kata kotor dan menyakitkan. Latihan kepemimpinan dalam memimpin do'a sebelum dan sesudah belajar yang dilakukan secara bergilir. Pengembangan budaya literasi (membaca buku non pelajaran 15 menit) sebelum pelajaran dimulai. Tadarus Al quran dengan slogan satu hari 10 ayat khusus untuk kelas atas dan membaca surat-surat pendek bagi siswa kelas bawah. Serta kegiatan senam dan sholat dhuha bersama pada setiap hari Jum’at. Memelihara kebersihan lingkungan setiap 1 bulan sekali.

 

3.       Pembelajaran (findings)

Program yang dilakukan oleh sekolah yang berdampak pada anak ini yaitu Kegiatan embun pagi merupakan sebuah program yang dilaksanakan di sekolah sebagai program pembiasaan, kegiatan embun pagi  sendiri didasari pada kegiatan yang menanamkan untuk penumbuhan budi pekerti serta gerakan literasi. Gerakan embun pagi ini bertujuan untuk membangun harmonisasi, empati, simpati, antar guru, siswa serta warga sekolah lainnya.. Hal tersebut mendapatkan dukungan dari orang tua. Selain menanamkan kedisiplinan dan religi yang ditanamkan dari program tersebut, Selain itu, kami sebagai tenaga pendidikpun bisa memberikan dampak positif kepada siswa. Kami bisa memberikan semangat untuk siswa di pagi hari. Ketika bertemu dengan mereka, kami saling memberikan senyum, sapa, dan salam. Tanpa disadari, hal tersebut bisa menimbulkan energi positif kepada siswa.

4.       Penerapan ke Depan (future)

Situasi yang dialami di daerah pada saat Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) menemukan berbagai macam kendala yang bersifat umum. Begitu pula dengan KBM home visit yang dilakukan Calon Guru Penggerak mendapatkan kekurangannya baik dalam sarana prasarana, media yang digunakannya, serta keterbatasan jumlah siswanya. Oleh karena itu Calon Guru Penggerak akan menerapkan Pengelolaan program yang berdampak pada murid tersebut secara optimal lagi setelah pandemi covid berakhir, dan pembelajaran secara tatap muka.

 


  

   

        

 

 

 

 

 

 

 

 


 


 

 


Komentar