Koneksi Antar Materi Modul 3.3: Pengelolaan Program Sekolah

Oleh : Jubaedah

Ø  Hal-hal menarik yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan bagaimana benang merah yang bisa Anda tarik dari keterkaitan antarmateri yang diberikan dalam modul 3.3?

Modul 3.3. berisi tentang pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid. terdapat dua  hal yang cukup menarik yang diuraikan dalam modul ini, diantaranya adalah tentang MELR : Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting (monitoring, evaluasi, pembelajaran, dan pelaporan) dan manajemen resiko. Kedua materi tersebut dapat dijadikan sebagai modal untuk mengelola suatu pogram sekolah yang berdampak pada murid.

Monitoring dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang sangat penting untuk mendukung tercapainya suatu tujuan dari proyek atau program yang dilakukan. Kertsy Hobson, dkk (2013) dalam buku yang berjudul “A Step by Step Guide to Monitor and Evaluation”, Hobson dkk menjelaskan bahwa monitoring adalah proses menghimpun informasi dan analisis internal dari sebuah proyek atau program. Evaluasi adalah sebuah penilaian retrospektif secara periodik pada satu proyek atau program yang telah selesai. Biasanya kegiatan evaluasi melibatkan penilai luar yang independen

Setelah mempelajari materi-materi  dari modul 1 hingga modul 3 dapatlah ditarik suatu  benang merah kaitan antara konten materi mulai dari modul 1 hingga modul 3 yakni pembelajaran dan pendidikan yang diselenggerakan di sekolah  diupayakan supaya berpusat, berpihak, dan berdampak pada murid dimana guru sebagai seorang pemimpin transformasi pendidikan di level mikro  mengupayakan untuk membangun ekosistem sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik baik afektif,  kognitif, dan psikomotorik. Disitulah peran yang dimiliki oleh guru penggerak, yakni berupaya untuk menjadi bagian dari agen perubahan, mampu melakukan inovasi, dan transformasi pembelajaran dan pendidikan dengan upaya membangun ekosistem sekolah yang kondusif dengan memanfaatkan secara jeli sumber daya atau asset yang ada dan  dimiliki oleh sekolah. Sebagai guru penggerak harus mampu menganalisis asset sebagai bentuk kekuatan untuk dapat merancang sebuah program yang berdampak pada murid dengan sikap aktif, terbuka, kritis dan kreatif sehingga semua potensi yang ada bisa terbuka dan berkembang serta bermanfaat.

Ø  Apakah kaitan antara pemetaan sumber daya dengan perencanaan program sekolah yang berdampak pada murid?

Pemetaan akan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan untuk memudahkan dalam melihat daya dukung sekolah ketika kita akan merancang suatu program sekolah yang berdampak pada murid. Perencanaan program sekolah yang mempertimbangkan daya dukung yang dimiliki memungkinkan program tersebut dapat terwujud. Bagaimanapun juga, perencanaan program yang terbaik adalah perencanan yang paling mungkin untuk dapat diwujudkan. Untuk itu, dalam hal ini pemetaan sumber daya dan daya dukung ekosistem  sekolah sangat relevan untuk memudahkan dalam merencanakan suatu program yang berdampak pada murid  yang berciri khas sekolah.

Ø  Adakah materi dalam modul lain/paket modul lain yang berhubungan dengan materi dalam modul 3.3. ini? Jabarkanlah jika ada. 

Materi dalam modul 3.3 ini sangat berhubungan dengan isi materi modul-modul sebelumnya. Pada modul 1  dibahas tentang  nilai dan peran guru penggerak, visi misi guru penggerak, dan budaya positif. Pada modul 1,  calon guru penggerak diarahkan supaya mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi-kritis atas korelasi nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini; mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif;  mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan; memahami dan menunjukkan kesediaan untuk mempraktikkan peran-peran guru penggerak; menerapkan prinsip-prinsip pengembangan dalam menggerakkan komunitas; mengembangkan visi yang lebih jelas mengenai murid merdeka belajar dan peran pemangku kepentingan dalam mendukung ekosistem pembelajaran yang berpihak pada murid; memetakan strategi untuk mengelola perubahan demi mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan dan komunitas sekolah untuk merealisasikannya; menginisiasi kolaborasi dalam melakukan refleksi berkala dengan melibatkan warga sekolah sebagai dasar untuk melakukan dan mengembangkan budaya positif dalam lingkungan sekolah; memahami bagaimana langkah mewujudkan lingkungan budaya sekolah yang positif bagi aktivitas murid dan guru untuk senantiasa belajar dan mengembangkan karakter; menumbuhkembangkan kemampuan dalam memetakan dan mewujudkan budaya positif di sekolah.

Modul 2 mulai membahas hal-hal teknis terkait dengan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional, dan praktik coaching. Pada modul 2 ini, calon guru penggerak diarahkan untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda; menjadi teladan dalam melakukan praktek-praktek reflektif dalam pembelajaran bagi komunitas pendidik di lingkungan sekitarnya; mengelola aspek sosial dan emosional dalam berperan sebagai guru; menerapkan pembelajaran sosial dan emosional dalam lingkup kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas; mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach; mampu menerapkan praktik coaching dalam komunitas sekolahnya. Dari materi modul 2 ini bisa dijadikan sebagai bekal bagi para CGP untuk menerapkan prinsip keadilan dalam memenuhi kebutuhan dari pribadi para murid. Bahwa adil itu bukan sekedar sama rata tapi memperlakukan seseorang sesuai dengan hak dan kewajibannya

Ø  Bagaimana kaitan dari semua materi tersebut dengan peran Anda sebagai guru penggerak?

Materi-materi yang diberikan pada pendidikan guru penggerak ini sangat membantu para calon guru penggerak  dalam program merdeka belajar yang akan berperan sebagai: teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan di sekolah; pelatih bagi guru lain untuk mengkreasi pembelajaran yang berpusat pada murid; guru yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, guru yang senantiasa aktif mengembangkan diri, pengajar kreatif, pendidik berbudi, inspirator, motivator dan fasilitator bagi peningkatan prestasi akademik murid. Mempelajari dan mengikuti rangkaian kegiatan dalam program pendidikan guru penggerak merupakan bekal berharga bagi calon guru penggerak untuk melakukan aksi nyata sebagai agen perubahan, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk ekosistem pendidikan di sekolah. 

Ada pepatah mengatakan "Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang-orang hebat."  Semoga kiprah para calon guru penggerak bisa terus berkarya demi membantu mewujudkan para generasi penerus bangsa yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Komentar